Sejarah Singkat AMURA hingga ASKI & Perkembangan Wado-Ryu
"Perubahan adalah ombak, keteguhan prinsip adalah karang."
Akar Perjalanan AMURA di Indonesia
Perguruan Karate-Do AMURA merupakan salah satu bagian dari perjalanan perkembangan karate di Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah AMURA, perguruan ini berdiri di Bandung pada tahun 1965 dan kemudian mengalami perkembangan organisasi yang cukup panjang. Setelah sempat mengalami masa tidak aktif, pada tahun 1989 dilakukan pengaktifan kembali organisasi melalui pelimpahan kepengurusan kepada Sensei J. Bram Polana dan Sensei Tadjuddin Mustadjab.
Dalam perkembangan tersebut, AMURA memiliki hubungan yang erat dengan Wado-Ryu, khususnya melalui Wado International Karate-Do Federation (WIKF). Pada tahun 1990, Sensei Prof. Tatsuo Suzuki, sebagai Chief Director WIKF, berkunjung ke Indonesia dan membuka Gashuku Nasional AMURA di Cibubur. Momentum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan dan penguatan Wado-Ryu dalam lingkungan AMURA.
Transisi dari AMURA ke ASKI Secara Nasional
Seiring dengan perkembangan organisasi, AMURA kemudian membentuk kepengurusan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang kemudian berkembang dalam jaringan AMURA adalah Kalimantan Barat. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan karate di Kalimantan Barat dan turut memberikan ruang bagi berkembangnya teknik serta tradisi Wado-Ryu di daerah ini.
Dalam perjalanan selanjutnya, organisasi AMURA mengalami perkembangan dan penataan kembali secara nasional. Melalui Munas AMURA tanggal 3 Mei 2018 telah disepakati perubahan nama Perguruan AMURA Karate-Do Indonesia menjadi Akademi Seni-Beladiri Karate Indonesia (ASKI).
Perubahan tersebut kemudian diproses dalam Kongres PB FORKI tahun 2019 dan selanjutnya disahkan oleh PB FORKI melalui SK Nomor 074/SK/PB.FORKI/KU-SJ/VII/2021. Dengan demikian, perubahan nama dari AMURA menjadi ASKI merupakan bagian dari perkembangan dan penataan organisasi, bukan merupakan terputusnya perjalanan pembinaan karate yang telah berlangsung sebelumnya.
Eksistensi ASKI di Kalimantan Barat
Sejalan dengan perubahan organisasi di tingkat nasional, Pengprov AMURA Kalimantan Barat kemudian menjadi bagian dari ASKI Provinsi Kalimantan Barat. Hal tersebut dapat dipahami sebagai sebuah proses perubahan nama dan penyesuaian organisasi, sementara pembinaan karate di daerah tetap berjalan. Saat ini ASKI secara resmi mencantumkan ASKI Provinsi Kalimantan Barat sebagai salah satu kepengurusan provinsinya.
Yang menjadi ciri penting dalam perjalanan karate di Kalimantan Barat adalah adanya tradisi teknik Wado-Ryu yang telah berkembang sejak masa AMURA. Oleh karena itu, perubahan nama organisasi menjadi ASKI tidak serta-merta menghilangkan nilai, tradisi, maupun teknik yang selama ini telah dipelajari dan diwariskan oleh para guru serta senior karateka di Kalimantan Barat.
Wado-Ryu Sebagai Warisan Teknik & Karakter
Wado-Ryu memiliki karakteristik tersendiri dalam teknik karate, termasuk prinsip pergerakan tubuh, penghindaran, keluwesan, serta penerapan teknik yang menekankan efisiensi gerak. Bagi karateka di Kalimantan Barat yang telah memperoleh pembinaan melalui tradisi Wado-Ryu sejak masa AMURA, warisan tersebut dapat terus dipelihara melalui latihan, pendidikan, dan pembinaan generasi berikutnya.
Hal ini bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan aliran maupun organisasi, melainkan sebagai upaya untuk menghargai sejarah dan identitas teknik yang telah menjadi bagian dari perjalanan para karateka Kalimantan Barat. Dengan semangat tersebut, ASKI Kalimantan Barat dapat terus berkembang sebagai keluarga besar ASKI dan PB FORKI, sekaligus menjaga nilai-nilai positif serta warisan teknik yang telah diperoleh dari generasi sebelumnya.